Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai, suatu kondisi baik itu di jalan raya maupun dalam lingkungan rumah hal atau kecelakaan dalam melakukan sesuatu.
hal yang paling sering dan rawat terjadi adalah kondisi diability atau dicontinuitas tulang atau dalam istilah medisnya disebut fraktur.
Pada intinya fraktur dibedakan menjadi dua jenis:yaitu fraktur terbuka dan fraktur tertutup, kondisi ini dibedakan berdasarkan ada tidaknya luka terbuka yang menyertai kondisi fraktur tersebut, fraktur adalah suatu kondisi dimana terjadi dicontinuitas dari tulang tubuh manusia, kondisi ini ada menyebabkan imobilisasi dari seseorang pasien atau oenderita.
pada kondisi faraktur, terutama pada tindakan keperawatan kegawat daruratan yang harus dilakukan dalam menghadapi pasien dengan fraktur dapat di kelompokan berdasarkan jenis frakturnya.pada kondisi fraktur tertutup,hal terpenting yang perlu kita lakukan adalah mengimobilisasi tulang sehingaa dapat menjaga tulang agar tetap stabil pada posisinya, hal ini perlu dilakukan dengan tujuanmencagah terjadiya kerusakan jaringan di daerah sekitar terjadinya fraktur, ini bertujuan juga untuk mencegah terjafinya keruakan syaraf yang mungkin terdapat pada daerah tempat terjadinya fraktu. Hal lain yang juga penting dengan imobilisasi tulang fraktur yaitu untuk mengurangi rasa sakit pasien dan juga utnuk mengurangi resiko terparah dari kondisi fraktur.
kondisi terparah ii sering disebut syndroma kompartemen, al lain yang juga sangat perlu mendapat perhatian pada tindakan pertolongan pertama pada pasien fraktur.
kegawata daruratan lebih ditegakan untuk dilakukan oada pasien dengan fraktur terbuka, pada fraktur terbuka hal pertama yang penting untuk dilalukan adalah sejauh mungkin untuk menghentikan pendarahan, hal yang bisa dilakukan antara lain yaitu dengan mengdeb luka terbuka dan jika perlu tamabah dengan mengunakan skin traksi untuk mengupayakan berhentinya pendarahan serta bertujuan untuk menarik tulang secara mekanisme dari luar.
pada kondisi pendarah, hal terpenting yang perlu kita inggat adalah pasien dalam kondisi kekurangan cairan karena darah banyak berkurang, resiko yang mungkin muncul pada kondisi seperti ini adalah mungkinya terjadi syock hipovolemik. untuk itu hal yang perlu kita kolaborasikan untuk menujan terapai dan kebutuhan cairan tubuh pasien yaitu dengan memberi terapi cairan melalui infus dan pada kondisi tertentu jika kurangnya cairan sudah lebih dari 1500cc maka perlu dipasang IV 2 ine untuk tetap memenuhi kebutuhan caiaran guna menjaga keseimbangan perfusi jatingan tubuh pasien, dan sesegara mungkin untuk di upayakan dilakukan tranfusi. pemantau tanda-tanda vital pasien sangat di wajibkan untuk mengetahui kondisi up date pasien,
jaga kestabilan tekanan daraha pasien, jika terjadi penurunan TD disertai spasme otot pulmonal dan tanda-tanda yanosis, segeralah lakaukan terapi definitif dan terapi o2

0 komentar:
Post a Comment